BANJARBARU – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul dan berdaya saing melalui pendidikan vokasi. Selain program pelatihan yang dilaksanakan secara nasional, pendidikan vokasi menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi petani milenial yang profesional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa regenerasi di sektor pertanian harus segera dilakukan dengan melibatkan generasi muda sebagai penerus pembangunan pertanian yang mandiri, maju, dan modern.
“Tongkat estafet pertanian harus diberikan kepada generasi muda, karena merekalah yang akan melanjutkan pembangunan pertanian ke depan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak tenaga kerja pertanian yang terampil dan profesional.
“SMK-PP memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten di bidang pertanian. Ujian sekolah menjadi bagian penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri, serta mampu menjadi wirausaha pertanian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa penguatan SDM merupakan kunci keberhasilan pembangunan sektor pertanian. Lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP diharapkan mampu mencetak generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap terjun langsung ke dunia kerja.
Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian, SMK-PP Negeri Banjarbaru terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan, baik dari sisi teori maupun praktik. Salah satu bentuk evaluasi capaian pembelajaran tersebut dilakukan melalui Ujian Sekolah (US) atau penilaian sumatif bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026.
Ujian Sekolah dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa (31/3/2026) hingga Kamis (2/4/2026), bertempat di lingkungan kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru dengan memanfaatkan tiga ruang ujian, yaitu dua laboratorium komputer dan satu laboratorium bahasa.
Pelaksanaan ujian menggunakan sistem Computer Based Test (CBT), di mana siswa mengakses soal melalui aplikasi berbasis web yang telah disiapkan oleh sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita, menjelaskan bahwa ujian ini bertujuan untuk mengukur capaian kompetensi siswa selama mengikuti proses pembelajaran.
“Ujian ini menjadi evaluasi untuk melihat sejauh mana pencapaian kompetensi yang telah diperoleh siswa selama menempuh pendidikan di SMK-PP Negeri Banjarbaru,” jelasnya.
Ia berharap hasil ujian tidak hanya mencerminkan penguasaan teori, tetapi juga kompetensi keahlian di bidang pertanian, sehingga lulusan mampu berkontribusi sebagai generasi muda yang aktif di sektor pertanian.
Hal senada disampaikan Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., yang menegaskan bahwa Ujian Sekolah merupakan instrumen penting dalam mengukur keberhasilan proses pembelajaran siswa kelas XII.
“Ujian Sekolah ini menjadi bagian dari evaluasi untuk memastikan kesiapan siswa sebelum dinyatakan lulus,” ujarnya.
Ujian Sekolah tahun ini diikuti oleh 82 siswa dari tiga kompetensi keahlian, yaitu Agribisnis Tanaman Perkebunan (32 siswa), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (29 siswa), serta Agriteknologi Pengolahan Hasil (21 siswa).
Adapun mata pelajaran yang diujikan meliputi mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, serta Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, ditambah mata pelajaran kejuruan sesuai masing-masing kompetensi. Jumlah mata pelajaran yang diujikan berkisar antara 11 hingga 14 mata pelajaran.
Melalui pelaksanaan Ujian Sekolah ini, diharapkan seluruh siswa dapat menunjukkan capaian terbaiknya dan siap menjadi lulusan yang kompeten, profesional, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.[adv]
Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru
