Kementerian Kebudayaan Buka Peluang Kolaborasi Diseminasi Narasi Budaya dan Konservasi Aksara Daerah dengan JMSI

Kementerian Kebudayaan Buka Peluang Kolaborasi Diseminasi Narasi Budaya dan Konservasi Aksara Daerah dengan JMSI

MENTERI kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon saat menerima kunjungan dari Ketua Umum JMSI Pusat Dr Teguh Santosa.| foto : jmsi

JAKARTA – Fadli Zon menerima audiensi Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Ruang Mataram, Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus dialog strategis untuk memperkuat kolaborasi pemerintah dan media dalam pemajuan kebudayaan nasional.

Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, menyampaikan bahwa sebagai konstituen muda di Dewan Pers, JMSI ingin mengambil peran lebih aktif dalam isu kebudayaan, khususnya konservasi aksara daerah.

Menanggapi hal itu, Fadli Zon menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Ia mengutip Pasal 32 Ayat 1 UUD 1945 yang menyatakan bahwa negara memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia.

“Tugas pemajuan kebudayaan nasional ini harus menjadi tugas kita bersama. Hal itu sangat erat kaitannya dengan peran media,” ujarnya.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam membangun dan menyebarluaskan narasi kebudayaan yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan diseminasi yang masif serta upaya menghidupkan kembali narasi dari berbagai situs kebudayaan.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga memaparkan bahwa Kementerian Kebudayaan tengah mempercepat penetapan dan pelestarian cagar budaya serta Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. Dari total WBTB yang telah ditetapkan, sekitar 10–20 persen di antaranya merupakan kuliner. Pemerintah juga tengah mengusulkan tempe sebagai Warisan Budaya Takbenda ke UNESCO.

Ia menekankan, langkah pelestarian tersebut perlu diiringi penguatan strategi komunikasi publik agar memiliki daya jangkau luas.

“Yang kita perlukan adalah diseminasi narasi dan informasi. Karena itu perlu kolaborasi dengan media. Revitalisasi sudah dilakukan, namun perlu narasi yang dituangkan dalam bentuk kampanye. Selain untuk literasi masyarakat Indonesia, juga untuk masyarakat internasional,” tegasnya.

Menutup diskusi, Fadli Zon menyoroti pentingnya penguatan cerita rakyat sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Saat ini, Kementerian Kebudayaan tengah mengumpulkan dan mendigitalisasi berbagai cerita rakyat dari daerah.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Kebudayaan Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan Anindita Kusuma Listya, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik Muhammad Asrian Mirza, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Ibnu Hamad, Direktur Pengembangan Budaya Digital Andi Syamsu Rijal, serta Kepala Balai Media Kebudayaan Abu Chanifah.

Melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Kebudayaan dan JMSI, diharapkan terbangun ekosistem narasi kebudayaan yang kuat, berbasis riset, serta mampu menjangkau masyarakat luas. Sinergi tersebut menjadi langkah konkret untuk memastikan kebudayaan Indonesia tidak hanya lestari, tetapi juga relevan dan berdaya saing di tingkat global.[]
Lebih baru Lebih lama