TP PKK Kalsel Gelar Tadarus Alquran di Hari Pertama Ramadan 1447 H

TP PKK Kalsel Gelar Tadarus Alquran di Hari Pertama Ramadan 1447 H

BANJARMASIN – Hari pertama Ramadan 1447 Hijriah, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar tadarus Al-Qur’an di Aula Sasangga Banua, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Kamis (19/2/2026).

Kegiatan diikuti Wakil Ketua TP PKK Kalsel Ellyana Trisya Hasnuryadi, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kalsel Hj Masrupah Syarifuddin, serta para kader TP PKK. Seluruh peserta mengenakan busana muslimah warna putih dan secara bergiliran membaca ayat demi ayat Al-Qur’an.

Ellyana Trisya menyampaikan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga seluruh pengurus dan anggota dapat berkumpul dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat berkumpul bersama orang-orang yang memuliakan Ramadan dan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Semoga setiap langkah dan bacaan kita menjadi amal ibadah yang diridhai Allah SWT,” ujarnya.

Menurutnya, PKK memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang beriman dan berakhlak mulia. Ia menegaskan, ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya.

“Dari lisan seorang ibu yang terbiasa membaca Al-Qur’an akan lahir generasi yang cinta Al-Qur’an. Dari rumah yang dihiasi ayat-ayat suci, insya Allah akan tumbuh keluarga yang sakinah, mawaddah, dan penuh rahmat,” ungkapnya.

Kegiatan tadarus mengusung tema “Ramadan Bersama Al-Qur’an, Menguatkan Iman, Mempererat Persaudaraan, Meraih Keberkahan dan Keampunan.” 

Tema tersebut, kata Ellyana, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Ia menambahkan, Al-Qur’an merupakan cahaya yang menuntun langkah dan penyejuk hati. Karena itu, Ramadan harus dimaknai sebagai waktu untuk tidak hanya membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi kandungannya.

Ellyana juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan ampunan. Setiap ayat dan huruf yang dibaca bernilai pahala. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota TP PKK menjadikan tadarus sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi kebiasaan yang terus dijaga, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.[adv]
Lebih baru Lebih lama