Kementerian Pertanian, Akselerasi Tanam Padi di Lokasi CSR Kalimantan Tengah

Kementerian Pertanian, Akselerasi Tanam Padi di Lokasi CSR Kalimantan Tengah

KAPUAS - Kementerian Pertanian  (Kementan) melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produksi padi dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian. 

Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan harapannya agar program CSR mampu memberikan dampak signifikan bagi kemandirian pangan.

"Kita menargetkan cetak sawah ini dapat menghasilkan setidaknya dua hingga tiga kali panen dalam satu tahun. Potensi alam yang subur dan air yang melimpah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menuturkan bahwa SDM memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan pertanian, karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan.

Ia menjelaskan bahwa program CSR merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan-lahan potensial di berbagai daerah. Di Kalsel program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani setempat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru sebagai Pj Brigade Pangan di Kalimantan Tengah, dibantu pemerintah Kabupaten Kapuas, menggelar rapat koordinasi Percepatan Tanam lokasi CSR Provinsi Kalimantan Tengah, 

Dilaksanakan di Gedung Graha Tani Kabupaten Kapuas, Selasa (17/2/2026), kegiatan ini dilakukan secara offline dan online via zoom meeting. Adapun hadir dalam rakor ini jajaran pusat dan daerah, seperti Kepala Badan PPSDMP, SMK-PP Negeri Banjarbaru, BBPP Binuang, Dinas Pertanian, PJ Swasembada, tim ekspert, serta penyuluh pertanian.

Rakor ini membahas hasil identifikasi lapangan tim ekspert yang dilaksanakan pada 13–16 Februari 2026 di lima wilayah, yaitu Kapuas, Pulang Pisau, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Barito Utara. Hasil identifikasi menunjukkan beberapa kendala utama, antara lain lahan yang masih tergenang, akses menuju lokasi CSR yang terbatas sehingga menghambat distribusi saprodi dan alsintan, serta keterbatasan permodalan Brigade Pangan untuk budidaya padi.

Sebagai tindak lanjut, solusi yang dapat dilakuakn yaitu percepatan melalui perbaikan tata kelola air, pembangunan jalan usaha tani, serta penjajakan kerja sama investasi untuk mendukung permodalan usaha tani.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia P mengatakan, SMK-PP Negeri Banjarbaru  sebagai Unit Pelaksana Teknis BPPSDMP Kementerian Pertanian terus mendukung program-program dari Kementerian Pertanian, seperti program swasembada pangan di Kalimantan Tengah”, ujarnya.

“Melalui rakor ini diharapkan percepatan tanam di lokasi CSR Kalimantan Tengah dapat berjalan optimal dan mendukung peningkatan produksi pangan nasional," pungkas Angga.[adv]

Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
Lebih baru Lebih lama