SOMBALIT Bajungkaling Dongkrak Kunjungan Perpustakaan hingga 2.823 Orang per Bulan

SOMBALIT Bajungkaling Dongkrak Kunjungan Perpustakaan hingga 2.823 Orang per Bulan

PARINGIN – Inovasi SOMBALIT Bajungkaling yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan perpustakaan secara signifikan dalam tiga tahun terakhir. 

Program ini menjadi strategi jemput bola untuk menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.

Inovator kegiatan, Erma Indriati, menjelaskan bahwa SOMBALIT Bajungkaling (Sosialisasi Minat Baca dan Literasi beserta Kunjungan Perpustakaan Keliling) lahir dari keprihatinan atas rendahnya minat kunjung masyarakat ke perpustakaan. Pada 2021, rata-rata kunjungan pemustaka tercatat hanya sekitar 977 orang per bulan.

“Kami tidak bisa hanya menunggu masyarakat datang. Literasi harus hadir di tengah-tengah mereka,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Melalui program ini, dinas mengombinasikan sosialisasi minat baca secara langsung dengan layanan perpustakaan keliling yang menyasar sekolah, kelurahan, dan ruang publik. Selain tatap muka, promosi literasi juga dilakukan melalui media sosial guna menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya pelajar.

Menurut Erma, pendekatan aktif ini bertujuan mengubah persepsi bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat meminjam buku, melainkan pusat pembelajaran dan sumber informasi yang mudah diakses siapa saja.

Perkembangan program menunjukkan hasil positif. Pada 2022, rata-rata kunjungan meningkat menjadi sekitar 1.300 orang per bulan. Angka tersebut kembali naik pada 2023 menjadi 1.800 pengunjung per bulan, dan melonjak pada 2024 dengan rata-rata mencapai 2.823 pengunjung per bulan.

Pada 2024, inovasi ini juga diperluas dengan menambah titik pelaksanaan di Kelurahan Paringin Kota, membentuk tim dokumentasi khusus, serta menggandeng media massa dan pelaku usaha lokal sebagai mitra pendukung.

Erma menegaskan, peningkatan kunjungan tersebut bukan sekadar capaian angka, tetapi indikator tumbuhnya kesadaran literasi di masyarakat.

“Yang terpenting bukan hanya jumlah pengunjung, tetapi bagaimana minat baca dan budaya literasi benar-benar berkembang,” katanya.

Ke depan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Balangan berkomitmen memperluas jangkauan program agar layanan literasi semakin merata dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.[mta/adv]
Lebih baru Lebih lama