KOTABARU – Memasuki hari keempat liburan akhir tahun 2026, sejumlah objek wisata di Kabupaten Kotabaru dipadati pengunjung, salah satunya Objek Wisata Air Terjun Tumpang Dua yang terletak di Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulau Laut Utara, Minggu (4/1/2026).
Wisatawan lokal maupun dari luar daerah tampak memadati kawasan wisata untuk menikmati liburan bersama keluarga. Keindahan Air Terjun Tumpang Dua dengan aliran air yang jernih serta suasana sejuk yang dikelilingi pepohonan rindang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Selain panorama alam, pengunjung juga disuguhi pertunjukan seni budaya berupa kesenian Kuda Lumping, Campursari, serta alunan gamelan yang dibawakan Sanggar Turonggo Budoyo. Pertunjukan tersebut menjadi hiburan tambahan sekaligus upaya pelestarian budaya lokal.
Di kawasan wisata ini juga tersedia berbagai kuliner UMKM, aneka minuman, serta fasilitas gazebo yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bersantai dan beristirahat.
Kepala Desa Sebelimbingan, Ahmad Zaenuri, mengatakan bahwa kesenian Kuda Lumping Turonggo Budoyo merupakan seni budaya khas desa yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.
“Kesenian Kuda Lumping Turonggo Budoyo ini adalah kesenian khas Desa Sebelimbingan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan kembali seni budaya sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik bagi pengunjung Wisata Air Terjun Tumpang Dua,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan dikemas dalam berbagai event ke depan guna meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
Ahmad Zaenuri juga mengapresiasi peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang telah membantu pengelolaan objek wisata meski belum terbentuk secara formal.
“Keterlibatan Pokdarwis sangat membantu dalam pengelolaan wisata, mulai dari menjaga kebersihan hingga mengusulkan pembangunan fasilitas wisata kepada desa, yang kemudian kami teruskan ke dinas terkait,” katanya.
Menurutnya, setiap kegiatan selalu diawali dengan koordinasi dan musyawarah antara pemerintah desa, pengelola, dan masyarakat agar pelaksanaan berjalan lancar serta mampu mendorong perkembangan wisata desa.
Ia pun berharap ke depan kerja sama antara pemerintah desa dan pemerintah daerah dapat terus berkelanjutan, termasuk dukungan penambahan fasilitas wisata dan pembiayaan event budaya.
“Kegiatan budaya seperti Grebek Suran yang sempat vakum mudah-mudahan bisa kami hidupkan kembali dan dilaksanakan di Wisata Tumpang Dua,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Koordinator Wisata Air Terjun Tumpang Dua, Suminto, mengatakan pengelola terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung.
“Kami bersama masyarakat dan pemuda Desa Sebelimbingan berkomitmen menjaga kebersihan, keamanan, serta kelestarian wisata ini agar pengunjung merasa aman dan nyaman, sehingga tertarik untuk kembali berkunjung,” katanya singkat.[zainuddin]
Tags
kalimantana
