Pemda Diharapkan Bersinergi Meningkatkan Kinerja untuk Pembangunan

KICK off Penandatanganan Kontrak Barang dan Jasa di lingkup Pemprov Kalteng.| foto : mmckalteng

PALANGKA RAYA - Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S Ampung saat membacakan laporan tertulis Pj Sekretaris Daerah Provindi Kalteng H Nuryakin menyampaikan data Kick Off Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten dan Kota se-Kalteng Tahun Anggaran 2022, dengan jumlah Paket sebanyak 151, Pagu senilai Rp99 Miliar dengan total nilai Kontrak sebesar Rp76 Miliar lebih. 

Untuk Perangkat Daerah Lingkup Pemprov Kalteng secara keseluruhan terdapat 17 Perangkat Daerah baik Dinas, Badan dan Biro dengan total sebanyak 299 paket dan nilai Kontrak Rp110 Miliar lebih.

Leonard menyampaikan, terdapat 6 Perangkat Daerah simbolis Peserta Kick Off Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2022, yang bersumber dari PAD, APBD, dan DAK Non Fisik, dengan total nilai Kontrak sebesar Rp5,4 Miliar lebih, diantaranya Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Kalteng, Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalteng, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Provinsi Kalteng, Dinas Sosial Provinsi Kalteng, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalteng dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng.

"Saya berharap, Pemerintah Daerah bersama Forkopimda tiap daerah dapat bersinergi meningkatkan kinerja untuk pembangunan daerah, dengan alokasi dana yang sudah ada dapat efektif direalisasikan untuk menggerakkan roda perekonomian daerah masing-masing," ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pelaksanaan Kick Off Pengadaan Barang dan Jasa ini merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahuh 2015, Tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang kita harapkan hal tersebut dapat mempercepat pembangunan daerah agar tepat waktu.

"Perangkat Daerah baik tingkat Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/ Kota, diharapkan sedapat mungkin menghindari permasalahan lelang yang gagal atau batal, di samping Pengadaan Barang dan Jasa harus dilakukan tepat waktu, karena keterlambatan dapat berpengaruh pada dinamika perekonomian di daerah. Maka dari itu, dengan dimulainya pengadaan barang dan jasa di awal tahun seperti saat ini, akan berdampak positif pada meningkatnya perekonomian masyarakat," pungkasnya.[kenedy/adv]


loading...