81 Petani Milenial Kalsel Tingkatkan Kualitas dengan Selesaikan Magang di DUDI

UNTUK menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi, produktivitas dan daya saing, pendidikan vokasi mempunyai peran strategis. 

Sebab pendidikan vokasi mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi. 

Kementerian Pertanian malalui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sendiri selalu mengajak seluruh insan pendidikan vokasi pertanian untuk beradaptasi dalam menghadapi Covid-19.

Syahrul Yasin Limpo menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian.

“Generasi milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan start-up pertanian,” tegasnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, di tangan milenial pembangunan pertanian akan dijalankan. 

Menurutnya, petani milenial adalah penggerak sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi industri 4.0. 

“Kalian semua adalah pendekar. Kalian itu harus bersiap-siap menjadi penggerak, motor, pelopor pembangunan pertanian di negara yang kita cintai ini,” katanya.

Oleh karena itu, SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya meningkatkan daya saing dan kompetensi siswanya untuk dapat bersaing di DUDI.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan magang atau Praktek Kerja Lapang (PKL) bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2021/2022, yang telah selesai dilaksanakan per 26 November 2021.

Kegiatan Magang siswa SMK PP Negeri Banjarbaru sendiri sempat tertunda akibat kondisi pandemi covid-19. 

Magang bagi siswa XII ini mulai dilaksanakan sejak Juli lalu (22/7/2021) dan berakhir pada  26 Nopember 2021, atau selama kurang lebih 4 bulan lamanya.

Sampai akhir magang, berdasarkan info dari Panitia Magang 2021, M. Ali Usman, bahwa pelaksanaan magang tahun 2021 sampai selesai berhasil diikuti oleh 81 orang siswa, yang tersebar di 16 lokasi.

81 siswa itu terdiri dari siswa dari Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan 38 orang, Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 23 orang, dan Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian 20 orang.

Untuk lokasi magang berada  di Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Banjarbaru, dan Banjarmasin. 

Tempat magang siswa ini diantaranya di kelompok tani, industri olahan makanan, perusahaan kelapa sawit, P4S dan Dinas Pertanian. 

Mereka tentunya dalam pelaksanaan magang pada DU/DI tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Setelah selesai magang, siswa segera menyusun laporan dan berkonsultasi dengan pembimbing laporan, dan seminar dan Ujian PKL dilaksanakan setelah laporan di setujui oleh pembimbing masing-masing," ujar M. Ali Usman. 

Ditambahkan oleh Wakasek Humas dan Industri SMK-PP N Banjarbaru, Slamet Riadi bahwa magang merupakan pembekalan siswa untuk mempersiapkan diri menguasai keadaan di lapangan sehingga diharapkan siswa dapat melakukan yang sebenarnya di lapangan nanti. 

Ia pun menegaskan melalui  magang ini siswa diharapkan dapat menimba ilmu di Dunia Usaha dan Dunia Industri, dan nanti dapat bersaing.

"Ini menjadi bekal mereka untuk menjalankan dunia pertanian baik sebagai Job Seeker ataupun Job Creator," ucap dia.[adv]

Penulis : Tim Ekpos SMKPP Negeri Banjarbaru


loading...