BPP Kukar dan Samarinda Implementasikan Pelatihan untuk Bangun Pertanian Kecamatan

BPP Kukar dan Samarinda Implementasikan Pelatihan untuk Bangun Pertanian Kecamatan

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menggenjot kapasitas sumber daya manusia pertanian dengan membentuk kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang akan memperkuat fungsi penyuluh sebagai ujung tombak pemantauan kondisi lapangan setiap kecamatan. 

Dalam rangka penguatan kapasitas tersebut, BPPSDMP melalui UPT Pelatihan, BBPP Binuang menyelenggarakan pelatihan yanag bertujuan memberikan pembekalan kepada para koordinator beserta penyuluh pertanian untuk menyelenggarakan peran dan fungsi BPP setiap kecamatan.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang tanggal 12 hingga 14 Oktober 2021 tersebut sangat disambut antusias para peserta. 

Pasalnya, materi-materi yang dibahas selama pelatihan sangat implementatif dalam rangka strategi membangun pertanian.

Materi yang dibahas, di antaranya BPP sebagai pusat data dan informasi, BPP sebagai pusat Gerakan pembangunan pertanian, BPP sebagai pusat pembelajaran, BPP sebagai pusat Konsultasi agribisnis, serta BPP sebagai pusat jejaring agribisnis.

Pasca pelatihan manajerial Kostratani ditutup secara resmi, tidak lantas BPP Tenggarong untuk lama mengimplementasikannya. 

Mariati, Koordinator BPP Tenggarong langsung saja meminta personel BPP yang terdiri dari penyuluh pertanian yang berada di wilayah Kecamatan Tenggarong diundang untuk mendiskusikan upaya implementasi pelatihan tersebut.
 
Demikian juga BPP Tenggarong seberang, tepatnya di BPP Teluk Dalam yang dipimpin oleh Denny Mariyati SP MP. BPP ini sedang bersiap menggunakan lahan BPP untuk melaksanakan kaji terap dalam rangka mengimplementasikan BPP sebagai pusat pembelajaran.
 
Diakui oleh Koordinator BPP Tenggarong, selain jumlah penyuluh yang semakin berkurang, juga dirasa perlu untuk meningkatkan kapasitas penyuluh, terkhusus pada teknologi informasi seiring banyaknya aplikasi-aplikasi yang harus dikuasai oleh penyuluuh pertanian.
 
Sementara itu, Koordinator BPP Lempake Kota Samarinda fokus untuk mengupdate data-data di BPP, baik profil serta data-data terkait lainnya. 

Saat akhir sesi pelatihan yang berlangsung di BPP Tenggarong tanggal 14 Oktober 2021, peserta dipandu untuk menyusun Rencana implementasi kegiatan pelatihan sesuai 5 fungsi dan peran dalam rangka pelaksanaan kebijakan program Kostratani.

"Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian, sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian,” ujar Soleh.[advertorial]


Lebih baru Lebih lama