Safrizal Tanam Pohon Beringin di Wisata Swarga Loka HSU

Safrizal Tanam Pohon Beringin di Wisata Swarga Loka HSU

KURANG lebih 89 persen wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) didominasi perairan rawa dan tanah gambut. 

Potensi eksotisme eksklusif kawasan tersebut belakangan dimanfaatkan menjadi salah satu objek wisata, yaitu objek wisata Susur Rawa Gambut yang berlokasi di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading. 

Ratusan hektare rawa yang menampilkan spot-spot seperti, keanekaragaman ekosistem gambut, pohon rasau, pantung, belangiran, kelakai, tumbuh dengan subur.

Melalui siaran pers Pemprov Kalsel, mengabarkan Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel Safrizal ZA bersama  istri,  melakukan penanaman pohon secara simbolis, dalam rangka HUT ke 48 KNPI, pada Sabtu 7 Agustus 2021. Lokasi penanaman  di Kawasan Wisata Susur Awang Rawa Gambut dan Lokasi Kerajinan (Swarga Loka) Kabupaten HSU. 

Pohon beringin yang ditanam Safrizal, tepat di samping  Pondok Swargaloka atau Pondok Pantau Api di Desa Tambak Sari Panji. Turut menanam pohon, Pj Ketua TP PKK Kalsel, Safriati Safrizal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Bupati HSU dan istri, serta Ketua KNPI HSU.

Pondok Pantau Api dibangun untuk  bangunan wisata sekaligus pemantau untuk antisipasi dari kebakaran hutan dan lahan. Selain digunakan  untuk memantau jika ada pembalakan atau penebang pohon di hutan secara ilegal. 

Dengan tinggi sekitar 5 meter di permukaan rawa, maka berada di Pondok Wisata Swarga Loka atau  pondok pemantau api ini, memungkinkan wisatawan untuk  melihat seluruh kondisi hutan dan hamparan kebun purun. Panorama wisata ini juga sangat cocok bagi wisatawan untu berswafoto dengan latar belakang hutan dan kebun purun.

Pj Gubernur Safrizal yang datang bersama keluarga mengatakan,  pihaknya mendorong setiap upaya penanaman pohon dari pihak mana pun.

“Gerakan penanaman pohon, kalau bisa  dipercepat, tentunya akan lebih baik,” ucapnya.

Penanaman pohon dimaksudkan bagaian dari pengembangan ekowisata SwargaLoka sehingga menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan.

Dikatakan juga, HSU  salah satu daerah yang unik di Kalsel. Karena banyak memiliki rawa dan  cukup sulit  mengelolanya. Namun  potensi jika bisa dioptimalkan, karena rawa sekaligus menjadi area penampungan air yang bermanfaat bagi daerah sekitar.

Safrizal mengimbau agar masyarakat  mengelola sungai atau rawa dengan baik, apalagi dilakukan penataan agar terlihat indah, sehingga menjadi pemandangan yang nyanan dan menjadi daya tarik wisatawan. 

Ia tak lupa mengapresiasi kerjasama masyarakat di lima desa di Kecamatan Haur Gading, sehingga terkelola agrowisata SwargaLoka di HSU.

Rombongan Pj Gubernur Kalsel, juga merasakan sensasi susur Sungai Awang Rawa Gambut yang terletak di Desa Pulantani dan Desa Tambak Sari Panji Kecamatan Haur Gading, sebagai andalan destinasi wisata Swarga LoKa di Hulu Sungai Utara ini.

Kawasan ini berada diantara dua sungai yaitu Sungai Tabalong di sebelah Timur dan Sungai Barito di sebelah Barat. Perjalanan yang ditempuh dengan perahu mesin bermuatan  maksimal 2 penumpang itu, melewati hamparan dataran rendah yang ditumbuhi tanaman purun itu. 

Tekait Covid-19, diingatkan bahwa pendekatannya hulu hilir. Supaya penanganan baik, tenaga kesehatan harus sesuai kapasitasnya. Caranya, jangan mengirim pasien terlalu banyak ke rumah sakit. Dengan kata lain,  jangan terpapar Covid.

Safrizal juga mengingatkan, Covid-19 varian delta sudah ada di Kalsel, perlu diwaspadai karena kemampuan penularan varian delta ini  lebih cepat atau banyak  dibanding Covid-19.

"Tadi malam saya terima suratnya dari Menkes. Sosialisasikan sampai ke level RT, karena hanya kemampun komunitas kita bisa mengerem," katanya sembari berharap,  kasus ini belum ada di HSU.

Menurut Bupati HSU, Abdul Wahid, pandemi harus disikapi dengan optimis. Pemkab HSU membuka Puskesmas Alabio, sebagai tempat perawatan terpusat untuk pasien terdampak Covid-19 dengan daya tampung 120 orang (maksimal), tanpa mengganggu pelayanan masyarakat seperti biasa.

Di HSU ujar Wahid, juga tersedia produksi oksigen medis sendiri, kendati masih dalam jumlah terbatas. Namun ia masih menyayangkan,  masih ada kekhawatiran masyarakat  untuk dirawat di rumah sakit, karena terpengaruh  isu yag tidak benar.

"Yakinlah Pemerintah akan upayakan tebaik bagi masyarakat," ujarnya.[adv/araska]


Lebih baru Lebih lama