Di Tengah Kabut Asap, Yangsi Minta Dinkes Pastikan Ketersediaan Obat ISPA, Oksigen dan Masker

Di Tengah Kabut Asap, Yangsi Minta Dinkes Pastikan Ketersediaan Obat ISPA, Oksigen dan Masker

BUNTOK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Yangsi Hartini, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tabung oksigen, serta masker bagi masyarakat di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut Yangsi, kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Barsel tidak boleh dianggap sepele. 

Pasalnya, paparan udara yang tercemar asap berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit yang menyerang saluran pernapasan.

Ia menilai, kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak pencemaran udara tersebut adalah anak-anak, lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang memiliki riwayat atau gangguan kesehatan tertentu.

Oleh karena itu, kesiapan sektor kesehatan perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, khususnya dalam mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan selama kondisi udara belum membaik.

Yangsi juga menekankan pentingnya langkah antisipasi dari Dinas Kesehatan dengan melakukan pengecekan secara berkala terhadap persediaan obat-obatan ISPA, tabung oksigen, dan masker di seluruh puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Selain memastikan ketersediaan perlengkapan medis, ia berharap tenaga kesehatan juga meningkatkan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap.

“Oleh sebab itu, kesiapan layanan kesehatan harus menjadi prioritas selama kualitas udara belum membaik,” ungkap Yangsi kepada awak media di Buntok, Jumat (6/11/2026).

Dia berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat mengambil langkah cepat dan terukur dalam menghadapi dampak kabut asap tersebut. 

"Dengan kesiapan fasilitas kesehatan dan ketersediaan kebutuhan medis yang memadai, dmasyarakat Barsel dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal serta risiko gangguan kesehatan akibat karhutla dapat diminimalkan," pungkasnya.[deni]
Lebih baru Lebih lama