Bupati Kapuas Dorong Modernisasi Pertanian, 100 Traktor Bantuan Kementan Disalurkan

Bupati Kapuas Dorong Modernisasi Pertanian, 100 Traktor Bantuan Kementan Disalurkan

PESAN BUPATI – HM Wiyatno mengingatkan kelompok tani agar mengelola bantuan traktor secara bersama, transparan, dan tidak dikuasai secara pribadi.| foto : istimewa

KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas HM Wiyatno terus mendorong modernisasi sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyaluran 100 unit traktor roda dua bantuan Kementerian Pertanian kepada Brigade Pangan dan kelompok tani di Kabupaten Kapuas.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wiyatno di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Jumat (6/11/2026).

Wiyatno mengatakan, pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian dan ketahanan pangan daerah. Sebagai lumbung pangan Kalimantan Tengah, Kapuas membutuhkan dukungan sarana pertanian yang memadai untuk mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.

Ia berharap tambahan traktor dapat mempercepat pengolahan lahan, menghemat biaya operasional, sekaligus meningkatkan indeks pertanaman.
Namun, Wiyatno mengingatkan agar bantuan pemerintah tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan tidak boleh dikuasai secara pribadi.

“Bantuan ini adalah amanah. Karena itu, manfaatkan dan rawat dengan sebaik-baiknya agar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh seluruh anggota kelompok,” pesannya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Edy Dese mengatakan, daerahnya memiliki sekitar 45.000 hektare lahan baku sawah yang tersebar di 12 kecamatan. Hampir separuhnya berada di empat sentra produksi pangan, yakni Bataguh, Kapuas Kuala, Tamban Catur, dan Kapuas Timur.

Pada Juli lalu, panen raya bersama Gubernur Kalimantan Tengah dan Bupati Kapuas juga dilaksanakan di empat kecamatan tersebut dengan hamparan lahan sekitar 25.000 hektare.

Menurut Edy, pengembangan pertanian Kapuas turut didukung program optimalisasi lahan dan cetak sawah rakyat. Meski demikian, peningkatan produksi masih membutuhkan perhatian terhadap pengelolaan tata air, mengingat karakteristik lahan pertanian Kapuas didominasi kawasan pasang surut.

Adapun 100 unit traktor tersebut didistribusikan ke 12 kecamatan. Bataguh mendapat alokasi terbanyak sebanyak 23 unit, Kapuas Kuala 17 unit, Tamban Catur 14 unit, Kapuas Murung 13 unit, dan Kapuas Hilir 11 unit.

Selanjutnya, Mantangai dan Kapuas Barat masing-masing empat unit, Dadahup, Kapuas Timur, Pulau Petak, dan Selat masing-masing tiga unit, serta Basarang dua unit.

Edy memastikan bantuan alsintan tersebut diberikan secara gratis tanpa biaya tebusan kepada kelompok tani penerima.

Wiyatno turut mengapresiasi jajaran Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian lapangan yang selama ini mendampingi petani. Ia berharap dukungan tersebut memperkuat pertanian Kapuas sejalan dengan visi pembangunan 'Kapuas Bersinar'.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama