RAKOR – Suasana Rapat Koordinasi Dukungan TP PKK terhadap Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026 tingkat Kabupaten Kapuas.| foto : istimewa
KUALA KAPUAS – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kapuas meminta jajarannya hingga tingkat desa dan kelurahan ikut mencari anak yang belum mendapat imunisasi lengkap. Keluarga sasaran diminta didampingi hingga mendapat layanan imunisasi selama Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026.
Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas, Hj Siti Saniah Wiyatno, menyampaikan permintaan itu saat Rapat Koordinasi Dukungan TP PKK terhadap Bulan Imunisasi Kejar Nasional 2026 di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Senin (5/10/2026).
“Yang kita cari bukan hanya anak yang sama sekali belum pernah imunisasi, tetapi juga anak yang sudah pernah imunisasi namun masih ada yang belum lengkap,” kata Siti.
Bulan Imunisasi Kejar Nasional berlangsung 1–31 Oktober 2026. Sasarannya bayi usia 0–11 bulan dan anak usia 12–23 bulan yang belum pernah atau belum lengkap menerima imunisasi sesuai jadwal.
Dalam rapat tersebut, Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan menyampaikan terdapat 3.843 anak berisiko zero dose di Kabupaten Kapuas. Jumlah itu disebut menjadi yang tertinggi di Kalimantan Tengah.
Siti meminta Ketua TP PKK kecamatan, kelurahan dan desa berkoordinasi dengan Puskesmas, bidan desa, kader Posyandu, lurah dan kepala desa untuk mengidentifikasi anak yang menjadi sasaran.
Menurut dia, belum lengkapnya imunisasi pada anak tidak selalu disebabkan keengganan orang tua. Keterbatasan informasi, kekhawatiran terhadap efek setelah imunisasi, serta kendala jarak dan transportasi juga dapat menjadi penyebab.
Karena itu, keluarga yang menjadi sasaran perlu mendapat informasi dan arahan mengenai layanan imunisasi. Penyebaran informasi dapat dilakukan melalui grup WhatsApp, kegiatan PKK, Posyandu, pengajian, dasawisma, pertemuan desa hingga media sosial.
“Gerakan kita sederhana tetapi nyata: temukan anaknya, ajak keluarganya, antar atau arahkan ke pelayanan, dan pastikan imunisasinya dilengkapi,” tegasnya.
Siti mengatakan upaya tersebut membutuhkan keterlibatan jajaran PKK hingga tingkat desa dan kelurahan karena organisasi itu memiliki jaringan yang dekat dengan keluarga, termasuk melalui Posyandu dan dasawisma.
“Ini adalah pekerjaan bersama. PKK mempunyai peran yang sangat besar karena PKK berada dekat dengan keluarga, dekat dengan ibu, dekat dengan anak, dan mempunyai jaringan sampai ke desa, kelurahan, Posyandu, serta dasawisma,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut digelar secara hybrid, dengan peserta mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.[zulkifli]
Tags
kapuas
