CAA Group Perkuat Penanganan Karhutla di Pulang Pisau, Salurkan Sapras ke Dua Polsek

CAA Group Perkuat Penanganan Karhutla di Pulang Pisau, Salurkan Sapras ke Dua Polsek

PULANG PISAU – CAA Group melalui anak perusahaannya PT Agrindo Green Lestari (AGL) dan PT Citra Agro Abadi (CTAA) menyalurkan bantuan sarana dan prasarana (sapras) pemadam kebakaran untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum Polsek Banama Tingang dan Polsek Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pemadaman, pendinginan, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Bantuan yang disalurkan meliputi satu unit mesin pompa Robin 5 HP, selang outlet 1,5 inci sepanjang 20 meter sebanyak empat rol, selang isap spiral 3 inci sepanjang 6 meter, nozzle 1,5 inci, cabang Y 1,5 x 1,5 inci, tandon berkapasitas 900 liter, serta drat barcino 2 inci. Selain peralatan pemadam, CAA Group Region Pulang Pisau juga memberikan dukungan logistik bagi posko relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla di dua kecamatan tersebut.

Senior Manager Corporate Affairs CAA Group Region Pulang Pisau, Raden Agus Hiramawan, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. 

Menurutnya, dukungan dunia usaha perlu diarahkan pada kebutuhan nyata di lapangan, terutama untuk memperkuat kesiapan personel dan kemampuan tim dalam melakukan pemadaman secara cepat dan efektif.

“Karhutla bukan persoalan satu pihak. Bantuan sarana ini kami harapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan, terutama agar ketika terjadi kebakaran, respons bisa dilakukan lebih cepat dan efektif. Ini bukan sekadar soal bantuan, tetapi bagaimana seluruh pihak memiliki kemampuan untuk bergerak bersama,” ujar Raden, Rabu (23/9/2026). 

Ia menambahkan, CAA Group Region Pulang Pisau, komitmen sesuai harapan Bupati Pulang Pisau untuk bisa membantu Pemkab Pupang Pisau dalam penanganan Karhutla dimana sebelumnya juga telah merealisasikan bantuan sapras pemadam karhutla kepada desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan serta support logistik bagi posko karhutla di Kecamatan Banama Tingang dan Kahayan Tengah. 

Bantuan tersebut ditujukan untuk melengkapi sarana Masyarakat Peduli Api (MPA) sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla berbasis masyarakat.

Kapolsek Banama Tingang, IPDA Fasca Candra Lukmana, SS, menjelaskan, dukungan sapras dari PT AGL sangat membantu personel dalam menangani karhutla.

Penanganan dilakukan melalui kolaborasi bersama Forkopimcam, TNI, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat.

Dengan tambahan peralatan tersebut, mobilisasi tim TNI-Polri menuju lokasi kebakaran menjadi lebih mudah karena sebelumnya sejumlah peralatan masih harus dipinjam.

Fasca mengatakan, pihaknya telah membentuk pos komando di Polsek Banama Tingang serta pos lapangan di Desa Hanua dan Desa Pahawan. 

Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah titik api yang terpantau sebanyak 19 titik, menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 31 titik. 

Meski terjadi penurunan, kesiapsiagaan tetap dilakukan karena musim kemarau masih berlangsung dan curah hujan relatif minim.

“Evaluasi kami ke depan, karena musim kemarau masih panjang dan curah hujan sangat minim, kami membutuhkan sumber air baru. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor di beberapa titik strategis yang dapat mencakup beberapa lokasi rawan kebakaran,” ungkapnya. 

Selain sumber air, pihaknya juga masih membutuhkan armada angkutan untuk mendukung mobilisasi personel dan sarana menuju lokasi kebakaran.

Sementara itu, Kapolsek Kahayan Tengah, IPDA Muchlis Aryanto, SH menyebut  bantuan sapras dari PT CTAA turut membantu mempercepat penanganan karhutla di wilayah hukumnya. 

Penanganan dilakukan secara bersama dengan BPBD, Forkopimcam, BKO personel Polres Pulang Pisau, TNI, pemerintah desa, Damkar Kabupaten Pulang Pisau, Tim Damkar CTAA, serta MPA. 

Sejumlah wilayah seperti Desa Tuwung, Pamarunan, dan Bukit Rawi tetap menjadi perhatian dalam pemantauan. 

Meski kondisi kebakaran mulai berkurang dan relatif terkendali, jajaran Polsek Kahayan Tengah terus melakukan pemantauan serta sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar. 

"Menurutnya, ketersediaan sumber air masih menjadi tantangan karena sejumlah sumur bor mulai mengering," pungkasnya.[deni]
Lebih baru Lebih lama