DANDIM 1011/klk Letkol Inf Deky Febrianto dan Tim Wasev TMMD ke 129 saat menyerahkan bantuan kepada warga kurang mampu.| foto : zulkifli
KUALA KAPUAS – Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Penanggung Jawab Operasional (PJO) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 meninjau langsung progres pelaksanaan program TMMD di Desa Bandar Raya, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, Rabu (29/7/2026).
Peninjauan dilakukan setelah penyambutan resmi dan ramah tamah bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas. Tim Wasev dipimpin Kolonel Inf Denny Noviandi didampingi Paban V/Wilhanrat Sterad Letkol Arh Iwan Hermaya Purnawan.
Di lapangan, rombongan didampingi Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf Deky Febrianto selaku Dansatgas TMMD, jajaran Kodim 1011/Kuala Kapuas, Dinas PUPR, Kapolsek serta Kepala Desa Bandar Raya.
Menggunakan sepeda motor trail, Tim Wasev menyusuri akses menuju lokasi pembangunan. Mereka melihat langsung pekerjaan peningkatan badan jalan dan penimbunan sepanjang 1.200 meter. Di sepanjang jalur tersebut tampak personel TNI dan warga bekerja bergotong royong di tengah hamparan persawahan.
Rombongan kemudian meninjau salah satu dari lima rumah tidak layak huni yang sedang direhabilitasi. Di lokasi itu, tim juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga kurang mampu.
Peninjauan dilanjutkan ke rehabilitasi musala yang progres pekerjaannya hampir selesai.
Kolonel Inf Denny Noviandi mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh sasaran TMMD berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu.
"Kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat, dan komponen bangsa lainnya sudah terlihat dalam pelaksanaan TMMD di Kuala Kapuas. Kami datang untuk memastikan program ini berjalan sesuai jadwal," ujarnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Denny optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan sebelum penutupan TMMD pada 13 Agustus mendatang.
"Kalau saya melihat sekarang, dua minggu lagi pekerjaan yang sudah sekitar 75 persen ini bisa selesai 100 persen. Badan jalan tinggal sekitar 400 meter lagi. Renovasi musala hampir selesai. MCK, RTLH, maupun sumur bor rata-rata progresnya sudah 75 persen," katanya.
Sasaran TMMD dirancang agar tepat guna, efektif, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan didasarkan pada kebutuhan nyata di lapangan, sehingga hasilnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat penerima manfaat.
Optimalisasi pelibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan hasil pembangunan, menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Capaian program TMMD perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak wilayah dan lapisan masyarakat. Perluasan ini tidak hanya dari
sisi jangkauan geografis, tetapi juga dari ragam kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan, baik pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat.
Kepercayaan publik perlu terus ditingkatkan melalui hasil kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Setiap program dan kegiatan harus menghasilkan dampak yang jelas, terukur, dan memberikan solusi atas kebutuhan di lapangan, sehingga kehadiran program benar-benar dirasakan manfaatnya. Fokus pada kualitas pelaksanaan, transparansi, serta akuntabilitas menjadi kunci dalam membangun kepercayaan tersebut.
Mari kita bersama-sama merawat dan memelihara hasil TMMD agar masa pakainya lebih lama dan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat. Setiap fasilitas dan infrastruktur yang telah dibangun merupakan aset bersama yang membutuhkan kepedulian, tanggung jawab, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Dengan menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan secara bijak, kita tidak hanya mempertahankan kualitasnya, tetapi juga memastikan keberlanjutan manfaatnya bagi generasi berikutnya.
Peran serta masyarakat dalam pemeliharaan menjadi kunci agar hasil TMMD tetap berfungsi optimal dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Sebelumnya, Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf Deky Febrianto menjelaskan TMMD Reguler ke-129 berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 dengan tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa."
Selain peningkatan badan jalan, Satgas TMMD juga mengerjakan rehabilitasi satu unit musala, perbaikan lima rumah tidak layak huni, pembangunan lima sumur bor dan lima unit MCK, pembersihan drainase sepanjang 1.000 meter, penanaman 1.000 pohon, serta penebaran 2.000 bibit ikan patin untuk mendukung ketahanan pangan.
Di luar sasaran fisik, Satgas juga melaksanakan penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, kesehatan, pertanian, keluarga berencana, bahaya narkoba, sosialisasi penerimaan prajurit TNI, hingga pembinaan Komponen Cadangan. Sebanyak 150 personel Satgas diterjunkan dan bekerja bersama masyarakat hingga seluruh rangkaian TMMD berakhir.[zulkifli]
Tags
kabar kalteng
