Lewat Sekolah Lansia, DP3APPKB Kapuas Ajak Warga Dadahup Bahagia di Usia Senja

Lewat Sekolah Lansia, DP3APPKB Kapuas Ajak Warga Dadahup Bahagia di Usia Senja

DINAS P3APPKB  Kapuas sosialisasi Poktan Pembinaan Sekolah Lansia di Desa Sumber Alaska, Kec. Dadahup.| foto:istimewa

KUALA KAPUAS - Puluhan lansia di Desa Sumber Alaska, Kecamatan Dadahup, mendadak sibuk menggerakkan jari dan kepala. Mereka tertawa, sesekali salah gerakan, saat mencoba Senam Anti Pikun (brain gym).

​Suasana riuh ini mewarnai langkah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Kapuas dalam memperkuat Sekolah Lansia Selantang BKL Anggrek, Selasa (7/7/2026).

Lewat program ini, pemerintah daerah langsung menyasar 45 warga senior dan kader setempat agar para lansia bisa hidup mandiri, sehat, dan tetap bahagia.

​Sekolah ini sama sekali tidak mengenal ujian atau ijazah kelulusan.

​"Di sini para lansia bisa terus belajar, berkumpul, dan tetap bersemangat menjalani hari-hari mereka. Ini bukan sekolah formal. Ini ruang belajar sepanjang hayat untuk menjaga kesehatan, saling bertukar pengalaman, dan mempererat silaturahmi. Mereka harus tetap merasa punya peran di keluarga dan masyarakat," ujar Kepala Sekolah Lansia Selantang yang juga Ketua TP PKK Desa Sumber Alaska.

​Pemerintah daerah menegaskan bahwa mengurus lansia bukan sekadar urusan jaminan sosial. Ini tentang membangun fondasi keluarga.

​Saat dikonfirmasi pada Kamis (9/7/2026), Kepala DP3APPKB Kabupaten Kapuas, dr. Tri Setya Utami, menyebut pembinaan Bina Keluarga Lansia (BKL) merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang tangguh.

​"Harapan kami, para peserta terus menjaga kesehatan, aktif bersosialisasi, dan menjadi contoh bagi generasi muda," kata dr. Tri Setya Utami.

​Menolak pikun dan stres di usia tua ternyata ada resepnya. Psikolog Naomi, S.Psi., yang hadir mengisi materi "Kesehatan Jiwa Lansia: Bahagia di Usia Senja, Menjaga Jiwa Tetap Sehat", membeberkan tips praktisnya:
​Selalu berpikir positif.
​Jaga hubungan erat dengan keluarga.
​Rajin berolahraga ringan.
​Aktif dalam kegiatan sosial di desa.

​Usai teori, para lansia langsung diajak bergerak lewat brain gym. Gerakan koordinasi motorik ini terbukti ampuh memicu fokus dan memompa tawa peserta yang hadir.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama