Edi Masami Minta Pembangunan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu Dikawal Transparan dan Berkualitas

Edi Masami Minta Pembangunan Jalan Cempaka Mulia–Kampung Melayu Dikawal Transparan dan Berkualitas

SAMPIT – Dimulainya kembali pembangunan Jalan Poros Cempaka Mulia–Kampung Melayu pada tahun anggaran 2026 disambut positif oleh Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Edi Masami. 

Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari dimulainya pekerjaan, tetapi juga dari kualitas hasil, transparansi pelaksanaan, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Menurut Edi, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang yang akhirnya membuahkan hasil melalui sinergi antara DPRD Kotim dan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.

 Jalan sepanjang sekitar 125 kilometer itu memiliki peran strategis karena menjadi akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan dan 23 desa di wilayah tersebut.

Keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat karena mendukung kelancaran berbagai aktivitas, mulai dari perekonomian, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. 

Karena itu, Edi menilai pembangunan dan peningkatan kualitas jalan harus dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp2,5 miliar pada tahun anggaran 2026, Edi meminta pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana menggunakan anggaran secara tepat sasaran. 

Ia mendorong agar titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah dan menghambat mobilitas masyarakat menjadi prioritas penanganan melalui pembangunan secara bertahap.

"Meski anggaran yang tersedia terbatas, Edi menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pekerjaan,"ucapnya, Kamis (10/7/2026).

Dia  meminta instansi teknis melakukan pengawasan secara ketat terhadap penggunaan material dan pelaksanaan proyek agar hasil pembangunan memiliki daya tahan yang baik dan tidak cepat mengalami kerusakan.

Sebagai wakil rakyat, Edi menyatakan akan ikut memantau pelaksanaan pembangunan secara langsung di lapangan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis, ketentuan yang berlaku, serta tujuan pembangunan yang telah ditetapkan.

Selain kualitas pekerjaan, Edi juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan proyek. Ia berharap setiap lokasi pembangunan dilengkapi papan informasi yang memuat nilai anggaran, volume pekerjaan, dan waktu pelaksanaan. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang selama ini menantikan perbaikan akses jalan tersebut.

Edi Masami menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan hingga selesai serta memperjuangkan penambahan anggaran pada tahun-tahun berikutnya. Ia mengajak masyarakat di 23 desa turut mengawasi pelaksanaan proyek dan menyampaikan aspirasi apabila menemukan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai.

“Pembangunan ini adalah milik bersama. Dengan pengawasan dari semua pihak, saya yakin manfaatnya akan benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.[andrei]
Lebih baru Lebih lama