WABUP Kapuas Dodo saat menerima cendera mata dari pihak kampus Uniska Muhammad Arsyad Al-Banjari di GOR Panunjung Tarung Kapuas.| foto : istimewa
KUALA KAPUAS – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al-Banjari, Kalsel akan menghabiskan waktu mereka di desa-desa Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas.
Sebanyak 560 mahasiswa diterjunkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN), dengan satu pesan dari Pemkab Kapuas, jangan datang hanya untuk menyelesaikan kewajiban kampus.
Para mahasiswa tersebut dilepas dalam acara yang berlangsung di GOR Panunjung Tarung Kuala Kapuas, Rabu (22/7/2026). Mereka akan ditempatkan di satu kelurahan dan lima desa di wilayah Kecamatan Bataguh.
Wakil Bupati Kapuas Dodo hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam kegiatan tersebut. Hadir pula Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Budi Kurniawan, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kapuas Fery Noah, jajaran pimpinan kampus Uniska, dosen pembimbing, Forkopimcam Bataguh serta tokoh masyarakat.
Dodo menyambut kedatangan mahasiswa dan berharap kehadiran mereka dapat memberi manfaat bagi masyarakat di lokasi KKN.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas, saya mengucapkan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa,” ujar Dodo.
Menurutnya, KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan ikut mengambil peran dalam pembangunan desa.
“Kehadiran adik-adik adalah bagian dari upaya mempercepat pembangunan desa,” ujarnya.
Dodo meminta mahasiswa tidak langsung membawa program tanpa terlebih dahulu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia menyebut sejumlah bidang yang dapat menjadi perhatian selama pelaksanaan KKN, seperti literasi digital, pengembangan UMKM, kesehatan, pendidikan, lingkungan dan penggalian potensi desa.
“Harapan kami, adik-adik mahasiswa mampu menjadi agen perubahan. Jangan hanya datang untuk melaksanakan program, kemudian selesai dan pulang. Buatlah kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar membangun komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Menurut Dodo, program KKN akan lebih mudah dijalankan apabila mahasiswa mampu bekerja sama dengan berbagai pihak di lapangan. “Yang paling penting adalah kolaborasi,” imbuhnya.
Sebanyak 560 mahasiswa asal provinsi tetangga itu selanjutnya akan menjalankan berbagai program pengabdian di lokasi penempatan masing-masing.
Selama berada di Bataguh, mereka diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan warga sekaligus memahami berbagai potensi dan persoalan yang ada di desa.[zulkifli]
Tags
kapuas
