KOTABARU — Pemerintah Kabupaten Kotabaru menghadirkan program Sistem Aduan dan Giat Advokasi (SIAGA) guna meningkatkan perlindungan perempuan dan anak. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, mewakili Bupati, Minggu (24/5/2026), di kawasan car free day Kotabaru.
Program SIAGA merupakan inisiatif Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat. Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses layanan pengaduan, konsultasi, edukasi, hingga advokasi terkait berbagai persoalan sosial, khususnya perlindungan perempuan dan anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kotabaru, staf ahli bupati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah terkait, serta perwakilan Forum Anak Daerah (FAD) dan Duta Genre Kotabaru.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Syairi Mukhlis mengapresiasi pelaksanaan kegiatan SIAGA di area car free day. Menurutnya, momentum tersebut menjadi sarana edukasi publik yang efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan perempuan dan anak.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap SIAGA tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu mendorong keberanian masyarakat untuk melapor serta meningkatkan kepedulian sosial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah segala bentuk kekerasan dan perundungan.
“Jadikan keluarga sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak kita,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kabupaten Kotabaru, Sri Sulistyani, menyampaikan bahwa program SIAGA dilatarbelakangi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengaduan, konsultasi, dan pendampingan sosial.
“Masih ditemukannya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah hadir untuk mendengar, mendampingi, dan memberikan solusi bersama,” katanya.
Ia berharap melalui SIAGA, masyarakat mengetahui saluran yang tepat untuk melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan, diskriminasi, penelantaran, maupun permasalahan sosial lainnya.
“Kami ingin memastikan masyarakat tahu ke mana harus mengadu ketika menghadapi persoalan tersebut,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan SIAGA menghadirkan tenaga ahli, seperti psikolog dan konselor dari bagian hukum. Program ini juga direncanakan menjadi agenda rutin UPTD PPA yang digelar setiap bulan.
Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap kehadiran SIAGA dapat memberikan manfaat nyata serta memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak di daerah tersebut.[zainuddin]
