BANJARMASIN – Kinerja sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan hingga Maret 2026 terpantau stabil dan tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang terus menguat. Hal ini disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, dalam media update di Banjarmasin, Kamis (21/5/2026).
Agus menyebutkan, stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah dinamika global yang masih diwarnai ketidakpastian geopolitik, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi distribusi energi dunia.
Menurutnya, meskipun telah terjadi kesepakatan gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, gangguan rantai pasok global masih berlangsung akibat penutupan Selat Hormuz yang berdampak pada volatilitas harga minyak dunia.
Kondisi tersebut secara tidak langsung turut memengaruhi biaya logistik komoditas ekspor unggulan Kalimantan Selatan, seperti batu bara dan kelapa sawit, serta meningkatkan harga bahan baku di dalam negeri.
Namun demikian, Agus menegaskan bahwa perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan I 2026 tetap menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 5,67 persen secara tahunan (year on year/yoy).
“Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025 yang sebesar 5,46 persen (yoy) dan juga sedikit di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen (yoy),” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara spasial, kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berasal dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru, dan Kabupaten Tanah Bumbu yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan di atas rata-rata provinsi.
Pertumbuhan ekonomi daerah ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap kuat serta surplus ekspor terhadap impor yang semakin melebar sepanjang 2025, seiring penurunan nilai impor yang lebih signifikan.
Dari sisi sektoral, struktur ekonomi Kalimantan Selatan masih didominasi sektor pertambangan dengan kontribusi 27,12 persen, disusul industri pengolahan sebesar 12,31 persen, meskipun keduanya mengalami perlambatan pertumbuhan.
Sementara itu, sektor dengan pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha akomodasi dan makan minum sebesar 13,12 persen (yoy) serta jasa lainnya yang tumbuh 8,71 persen (yoy).
Di sektor perbankan, Agus mengungkapkan bahwa fungsi intermediasi tetap berjalan baik dengan pertumbuhan kredit sebesar 5,89 persen (yoy) menjadi Rp83,14 triliun, serta rasio kredit bermasalah (NPL) yang terjaga di level 2,57 persen.
Kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 27,75 persen, diikuti kredit konsumsi sebesar 6,03 persen, sementara kredit modal kerja masih mengalami kontraksi sebesar 9,46 persen.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,06 persen (yoy), didorong peningkatan giro dan tabungan, meskipun deposito mengalami kontraksi. Kota Banjarmasin masih menjadi wilayah dengan pangsa DPK terbesar.
Untuk perbankan syariah, kinerja menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 12,86 persen (yoy), meski aset dan DPK masih mengalami kontraksi. Namun demikian, likuiditas dan risiko pembiayaan tetap terjaga.
Di sektor pasar modal, kinerja juga mencatatkan tren positif dengan nilai transaksi saham mencapai Rp2,01 triliun serta jumlah investor yang meningkat signifikan menjadi 126.451 investor atau tumbuh 51,47 persen (yoy).
Sementara itu, sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) menunjukkan pertumbuhan yang kuat, terutama pada perusahaan pembiayaan yang mencatatkan peningkatan piutang sebesar 52,94 persen (yoy) menjadi Rp17,99 triliun.
Agus menambahkan, OJK Kalimantan Selatan juga terus memperkuat edukasi dan perlindungan konsumen, yang tercermin dari pelaksanaan 28 kegiatan edukasi keuangan dengan total 2.819 peserta sejak awal 2026.
Selain itu, OJK telah menerima 2.492 layanan pengaduan konsumen, dengan mayoritas terkait fintech peer-to-peer lending, perbankan, dan perusahaan pembiayaan, yang seluruhnya telah ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“OJK akan terus mendorong lembaga jasa keuangan di Kalimantan Selatan agar semakin kontributif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Agus.[]
Tags
kalimantana
