Bank Kalsel Gelar RUPS Tahun Buku 2025, Pastikan Kesiapan Layanan Jelang Idul Fitri

Bank Kalsel Gelar RUPS Tahun Buku 2025, Pastikan Kesiapan Layanan Jelang Idul Fitri

BANJARMASIN – Bank Kalsel menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 pada Rabu, 4 Maret 2026, di Rattan In Hotel Banjarmasin. Rapat tahunan tersebut menjadi agenda penting perusahaan untuk mengevaluasi kinerja sekaligus menetapkan arah strategis bisnis ke depan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan RUPS merupakan forum strategis bagi manajemen untuk menyampaikan laporan kinerja perusahaan kepada para pemegang saham serta membahas berbagai agenda pengembangan usaha.

“RUPS Tahun Buku 2025 menjadi momentum bagi Bank Kalsel untuk mengevaluasi capaian kinerja perusahaan sekaligus memperkuat strategi bisnis ke depan. Kami berkomitmen terus meningkatkan kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta memberikan kontribusi optimal bagi peningkatan ekonomi daerah,” ujarnya. 

Seiring pelaksanaan agenda korporasi tersebut, Bank Kalsel juga memastikan kesiapan operasional layanan perbankan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Layanan operasional bank akan tutup sementara pada 18 hingga 24 Maret 2026 seiring libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 serta Idul Fitri.

Mengingat periode Lebaran merupakan salah satu momen dengan aktivitas transaksi keuangan tertinggi setiap tahunnya, Bank Kalsel telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, terutama pada jaringan ATM dan Cash Recycling Machine (CRM) yang tersebar di berbagai wilayah.

Langkah tersebut antara lain melalui preventive maintenance mesin ATM, termasuk pembersihan, pengecekan, serta pemeriksaan perangkat secara berkala. Bank Kalsel juga menyiapkan petugas khusus untuk memastikan kelancaran operasional dan penanganan gangguan teknis selama Ramadan hingga libur Lebaran.

Dari sisi likuiditas, Bank Kalsel telah melakukan proyeksi arus kas guna memastikan ketersediaan dana untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat. Berdasarkan proyeksi internal, total dana masuk (cash in) diperkirakan mencapai sekitar Rp3,87 triliun.

Sementara itu, proyeksi dana keluar (cash out) diperkirakan sebesar Rp1,41 triliun. Dana tersebut antara lain digunakan untuk mendukung transaksi BI Fast selama periode libur Lebaran, pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi ASN dan pegawai swasta, serta pengisian kas ATM dan CRM di seluruh jaringan Bank Kalsel.

Per 11 Maret 2026, posisi kas Bank Kalsel tercatat sebesar Rp507 miliar, yang terdiri dari Rp426 miliar kas fisik di khasanah dan Rp81 miliar kas pada mesin ATM. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk mengantisipasi kebutuhan penarikan dana oleh nasabah.

Di tengah meningkatnya aktivitas transaksi menjelang hari raya, Bank Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap terjadi menjelang Idul Fitri, seperti phishing melalui tautan palsu, penipuan undian hadiah, maupun permintaan kode OTP oleh pihak yang mengatasnamakan petugas bank.

Bank Kalsel menegaskan tidak pernah meminta PIN, password, maupun kode OTP kepada nasabah melalui telepon, pesan singkat, email, atau media sosial.

Fachrudin menambahkan, pihaknya berkomitmen memastikan seluruh layanan perbankan tetap berjalan optimal agar masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama Ramadan hingga libur Lebaran.

“Kami memahami aktivitas transaksi masyarakat menjelang Idul Fitri biasanya meningkat cukup signifikan. Karena itu, Bank Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif dari sisi operasional layanan, penguatan jaringan ATM dan CRM, hingga ketersediaan likuiditas,” katanya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bank Kalsel berharap dapat terus memberikan layanan perbankan yang aman, nyaman, dan terpercaya bagi masyarakat sekaligus menjaga kinerja perusahaan yang berkelanjutan.[adv]
Lebih baru Lebih lama